Form WhatsApp

DUKOMEN PKKS SD/MI 2020

shape image

DUKOMEN PKKS SD/MI 2020

INGIN NILAI PKKS TINGGI? INI DIA TIPS-NYA

Sebagaimana biasa menjelang akhir tahun pelajaran, pemerintah melaksanakan program rutin, menilai kinerja kepala sekolah. Penilaian ini dikenal dengan nama penilaian kinerja kepala sekolah atau PKKS. Mengingat ini merupakan kegiatan rutin maka kepala sekolah tentu sudah memahami maksud dari kegiatan ini sekaligus sudah mengantongi berbagai persiapan administrasi pendukung untuk mencapai nilai yang maksimal. 

Sebagai bentuk refresh atau penyegaran tentang makna PKKS, tidak ada salahnya jika kita mengingat kembali pernak-pernik PKKS. Kepala sekolah perlu mengkaji ulang terhadap apa yang sudah dan belum dilakukan menjelang penilaian berlangsung. Komunikasi dengan pengawas sekolah pembina, bekerjasma dengan sesama kepala sekolah, bekolaborasi dengan komite beserta guru-guru dan PTK lain merupakan bagian penting dari keberhasilan kinerjanya. 

Tertib kerja dan tertib administrasi menjadi bagian penting dari akuntabilitas kerja kepala sekolah. Bagian ini yang selalu terabaikan dan cenderung menjadi permasalahan pada saatnya. Salah satu gambaran terdapat suatu lembaga dimana kepala sekolah telah melakukan kerja dengan baik dengan segudang prestasi, tetapi jika hal tersebut tidak terdokumentasikan dengan baik pada akhirnya akan menyulitkannya pada saat penilaian kinerja terhadap ke[pala sekolah tersebut dilakukan. Mereka tidak dapat menunjukkan bukti fisik meskipun secara pamor yang bersangkutan tergolong kepala sekolah yang terpandang. Ini sungguh miris jika terjadi pada diri kita. Oleh karena itu mari kita bersama coba merefleksi diri kita sambil memahami ulang tentang PKKS agar semua terang benderang.

Ada beberapa tips agar kita sukses nilai dalam PKKS:

  1. Bekerja sesuai tupoksi
  2. Tertib administrasi kinerja/pastikan setiap program yang dijalankan terdokumentasikan secara hard maupun soft file
  3. Konsultasi dengan pengawas Pembina manakala ada komponen penilaian yang tidak dipahami 
  4. Bekerjasama dengan stakeholder/pihak terkait dalam pelaksanaan program

Memahami sepenuhnya konsep PKKS sebagaimana kami paparkan berikut:

  • PKKS adalah penilaian pada setiap butir kegiatan kepala sekolah dalam menjalankan tugas pokok yang menjadi beban kerjanya, yang berbasis bukti fisik peningkatan mutu 8 (delapan) standar nasional pendidikan, dalam rangka pembinaan karier kepangkatan dan jabatannya. 
  • PKKS dilaksanakan sebagai bentuk upaya dari pemerintah untuk menjamin objektivitas, akuntabilitas, dan pembinaan kepala sekolah yang didasarkan kepada sistem prestasi dan sistem karier. 
  • Prinsip pelaksanan PKKS adalah: 
  1. Objektif adalah penilaian terhadap pencapaian prestasi kerja sesuai dengan keadaan yang sebenarnya tanpa dipengaruhi oleh pandangan atau penilaian subjektif pribadi dari pejabat penilai. 
  2. Terukur adalah penilaian prestasi kerja yang dapat diukur secara kuantitatif dan kualitatif. 
  3. Akuntabel adalah seluruh hasil penilaian prestasi kerja harus dapat dipertanggungjawabkan kepada pejabat yang berwenang. 
  4. Partisipatif adalah seluruh proses penilaian prestasi kerja dengan melibaan secara aktif antara penilai dengan kepala sekolah yang dinilai. 
  5. Transparan adalah seluruh proses dan hasil penilaian prestasi kerja bersifat terbuka dan tidak bersifat rahasia. 

Komponen, Subkomponen, dan Indikator Penilaian 

Komponen penilaian kinerja kepala sekolah meliputi capaian SKP, Perilaku Kerja, dan Kehadiran. Secara rinci diuraikan sebagai berikut. 

- Capaian SKP 

Capaian SKP kepala sekolah meliput Sub-Komponen: 

Pelaksanaan tugas pokok berdasarkan rincian kegiatan untuk setiap beban kerja kepala sekolah, yaitu: 

  • Tugas Manajerial 
  • Pengembangan Kewirausahaan 
  • Supervisi Guru dan Tenaga Kependidikan 

- Pelaksanaan PKB 

Pelaksanaan PKB kepala sekolah meliputi: 

  • Pengembangan diri 
  • Publikasi ilmiah, dan 
  • Karya inovatif. 

Komponen ini dinilai oleh kepala dinas/atasan langsung/delegasi penilai. 

- Perilaku Kerja

Penilaian perilaku kerja meliputi Sub-Komponen orientasi pelayanan, integritas, komitmen, disiplin, dan kerja sama, dengan deskripsi setiap Sub-Komponen sebagai berikut: 

  1. Orientasi pelayanan adalah sikap dan perilaku kerja kepala sekolah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada yang dilayani antara lain meliputi masyarakat, atasan, rekan sekerja, unit kerja terkait, dan/atau instansi lain. 
  2. Integritas adalah kemampuan untuk bertindak sesuai dengan nilai, norma dan etika dalam organisasi. 
  3. Komitmen adalah kemauan dan kemampuan untuk menyelaraskan sikap dan tindakan kepala sekolah untuk mewujudkan tujuan organisasi dengan mengutamakan kepentingan dinas daripada kepentingan diri sendiri, seseorang, dan/atau golongan. 
  4. Disiplin adalah kesanggupan kepala sekolah untuk menaati kewajiban dan menghindari larangan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan/atau peraturan kedinasan yang apabila tidak ditaati atau dilanggar dijatuhi hukuman disiplin. 
  5. Kerja sama adalah kemauan dan kemampuan kepala sekolah untuk bekerja sama dengan rekan sekerja, atasan, bawahan dalam unit kerjanya serta instansi lain dalam menyelesaikan suatu tugas dan tanggung jawab yang ditentukan, sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya. 
  6. Komponen penilaian perilaku kerja ini dinilai dan diukur oleh kepala dinas/delegasi penilai dan responden sekurang-kurangnya: 
  • tiga guru 
  • sepuluh peserta didik, 
  • tiga orang tua, 
  • satu orang pengurus komite, 
  • satu tenaga administrasi sekolah, 
  • satu tenaga laboratorium, dan 
  • satu tenaga perpustakaan. 
  • Kehadiran Kepala Sekolah 

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil, dalam Pasal 3 Angka 3 dinyatakan bahwa setiap PNS (termasuk kepala sekolah) wajib masuk kerja dan mentaati ketentuan jam kerja. Hal ini dipertegas dalam penjelasan PP tesebut yang dimaksud dengan masuk kerja dan menaati ketentuan jam kerja adalah setiap PNS (termasuk kepala sekolah) datang, melaksanakan tugas, dan pulang sesuai ketentuan jam kerja serta tidak berada di tempat umum bukan karena dinas. Apabila berhalangan hadir, wajib memberi tahu kepada pejabat yang berwenang. Keterlambatan masuk kerja dan/pulang cepat dihitung secara kumulatif dan dikonversi 7,5 (tujuh setengah) jam sama dengan 1 (satu) hari tidak masuk kerja. 

Indikator penilaian, butir penilaian, dan bukti fisik setiap Komponen/Sub-Komponen penilaian tertuang pada Kisi-kisi Instrumen PKKS yang tertera pada Tabel 3.2 sebagai dasar penyusunan instrumen PKKS.

Instrumen PKKS dikelompokkkan menjadi 3 bagian besar meliputi:

1. Kompetensi manajerial

        1.1 Perencanaan Program Sekolah - dapat anda download di sisni

        1.2 Pengelolaan Standar Nasional Pendidikan - dapat anda download di sisni

        1.3 Pengawasan dan Evaluasi - dapat anda download di sisni

        1.4 Kepemimpinan Sekolah - dapat anda download di sisni

        1.5 Sistem Informasi Manajemen - dapat anda download di sisni  

2. Kompetensi Kewirausahaan - dapat anda download di sisni

3. Supervisi guru dan tenaga kependidikan - dapat anda download di sisni

Akhirnya semoga paparan dan sajian ini bermanfaat bagi anda.

Salam Sehat bersama mbahguru.


Posting Komentar

Terimakasih Sudah Berkunjung

© Copyright 2019 Mbah Guru

Form WhatsApp

This order requires the WhatsApp application.

Order now